Alamat : Jl. K.H. Abdul Majid (masuk lewat Jl. Jakarta Blok FB RT 79 Kel. Loa Bakung, Kec. Sungai Kunjang

BELAJAR DARI SEJARAH

BELAJAR DARI SEJARAH
Ide tulisan ini muncul ketika penulis menyaksikan berita tentang Gayus setelah vonis, bersamaan dengan itu mendengarkan pula TV Tepian Chanel yang menyiarkan bacaan Al-Qur'an surat Yusuf dan terjemahannya

MENGGALI HIKMAH KISAH SEJARAH

MENGGALI HIKMAH KISAH SEJARAH
Ide tulisan ini muncul ketika penulis menyaksikan berita tentang Gayus setelah vonis, bersamaan dengan itu mendengarkan pula TV Tepian Chanel yang menyiarkan bacaan Al-Qur'an surat Yusuf dan terjemahannya

KAUM PEREMPUAN TIDAK KETINGGALAN

KAUM PEREMPUAN TIDAK KETINGGALAN
Ibu-Ibu ikut dalam kegiatan pemotongan kurban di SDM5 Perumahan Muhammadiyah Loa Bakung. Pemotongan hewan kurban berupa 2 ekor sapi dilaksanakan di halaman SD Muhammadiyah 5 Perumahan Muhammadiyah Loa Bakung, Kamis 12 Dzulhijjah 1431 Hijriyah = 18 Nopember 2010 Miladiyah berjalan lancar, alhamdulillah. http://www.facebook.com/home.php#!/photo.php?fbid=169858229706105&set=a.169856343039627.37637.100000457866691&pid=483556&id=100000457866691

PEMOTONGAN KURBAN 1431 HIJRIYAH

PEMOTONGAN KURBAN 1431 HIJRIYAH
Pemotongan hewan kurban berupa 2 ekor sapi dilaksanakan di halaman SD Muhammadiyah 5 Perumahan Muhammadiyah Loa Bakung, Kamis 12 Dzulhijjah 1431 Hijriyah = 18 Nopember 2010 Miladiyah berjalan lancar, alhamdulillah. http://www.facebook.com/home.php#!/photo.php?fbid=169858229706105&set=a.169856343039627.37637.100000457866691&pid=483556&id=100000457866691

Selasa, 25 Januari 2011

BELAJAR DARI SEJARAH

Menggali Hikmah Kisah Nabi Yusuf :
MENYIKAPI MISTERI KASUS GAYUS
Oleh : Kunarso *)

KERANGKENG Penjara, bukan hanya orang jahat yang bisa dimasukkan ke dalamnya, tidak sedikit orang baik dan yang tidak bersalahpun ternyata bisa dimasukkan juga, yaitu ketika barang bukti dan fakta bohong hasil rekayasa menjadi acuan hakim yang mengadilinya.

Kisah Nabi Yusuf yang tertera dengan jelas di dalam Al-Qur’an dapat memberikan banyak pelajaran bagi ummat manusia dalam menyikapi berbagai kasus misteri yang sulit diungkap untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki, tidak terkecuali misteri kasus Gayus yang belakangan sedang mengguncang situasi negeri ini.

FAKTA BOHONG HASIL REKAYASA
Banyak bukti dan fakta hasil rekayasa dibuat oleh manusia yang berbohong untuk meyakinkan orang lain agar percaya dengan apa yang dikatakannya, padahal yang terjadi sebenarnya adalah sangat jauh berbeda. Saudara-saudara Yusuf contohnya, saat sore hari pulang dari bermain mereka menangis dan meminta ampun kepada ayahnya Ya’qub karena saat berangkat dari rumah Yusuf ikut bersama, tetapi saat pulangnya Yusuf tak ada lagi bersama. Merekapun berbohong dengan mengatakan bahwa saat bermain Yusuf dimakan oleh serigala, bukti berupa baju yang berlumur darahpun ditunjukkan untuk meyakinkan apa yang diceritakan kepada ayahnya. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah memang sejak minta ijin untuk mengajak Yusuf bermain sudah ada rencana untuk menyingkirkannya. Semula Yusuf akan dibunuh, atas usul salah satu dari saudaranya maka Yusuf dimasukkan ke dalam sumur.

Untuk mengelabui ayahnya, baju Yusufpun di bawa pulang dengan terlebih dahulu dilumuri darah hewan yang disembelihnya. Baju berlumur darah hewan itulah yang ditunjukkan kepada ayahnya.
Yusuf kemudian selamat dapat keluar dari sumur tersebut setelah ditemukan oleh musafir yang lewat dan kemudian dijual dengan harga yang murah. Seorang Mesir kemudian membelinya, karena tak punya anak maka Yusuf dijadikan sebagai anak angkat. Ujian berat bagi Yusuf tidak terhenti setelah selamat dari sumur, ketika usia menginjak dewasa masih ada lagi ujian berat menimpanya.

BERDO’A AGAR DIPENJARA
Ujian berat bagi Yusuf ketika menginjak dewasa, istri raja bernama Zulaika tertarik padanya karena ketampanannya. Ketika Yusuf berada didalam suatu ruangan menolak ajakan Zulaika dan berusaha untuk lari keluar, maka Zulaika pun menarik bajunya sampai robek. Bersamaan dengan saat itu raja berada di depan pintu hendak masuk ke ruangan sehingga marah berat melihatnya. Zulaika berbohong dengan menangis dan melaporkan kepada suaminya bahwa Yusuf telah mencoba mengganggunya, untuk lebih meyakinkan maka Zulaika membuat argumentasi yaitu menunjukkan bukti berupa baju Yusuf yang robek. Menghadapi Yusuf yang tetap menjaga diri tidak mau menuruti ajakannya, maka Zulaika bersama para wanita temannya mengancam akan memasukkan Yusuf ke penjara. Yusufpun berdo’a: “ Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipudaya mereka, tentu aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh” (QS Yusuf 3 : 33). Berbagai tipudaya, kebohongan dan rekayasa dibuat oleh Zulaika, maka Yusufpun kemudian dimasukkan ke penjara sesuai dengan do’anya agar dapat menghindari dosa.

Allah SWT Tuhan Yang Maha Luas ilmuNya memberikan hikmah pengetahuan kepada Yusuf sehingga di penjara Yusuf dikenal oleh banyak temannya. Yusuf dapat menakwilkan mimpi dan semakin dikenal setelah menakwilkan mimpi temannya yang ternyata kemudian terbukti benar-benar terjadi atas ijin Allah Yang Maha Kuasa,
MINTA JADI BENDAHARA
Pada suatu hari Raja bermimpi, ada tujuh ekor lembu gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu kurus-kurus, mimpi itupun membuat Raja gelisah. Berkat informasi yang diperoleh, maka Yusufpun dipanggil ke kerajaan untuk menakwilkan mimpi Raja. Yusuf mengatakan, bahwa negeri ini akan mengalami tujuh tahun berturut-turut dengan keadaan makmur dengan pertanian yang subur dan produksi yang melimpah kemudian akan disusul dengan tujuh tahun berturut-turut dengan keadaan yang sulit karena terjadi kekeringan yang sangat sehingga tanaman pertanian rusak dan tidak berproduksi, jadi sejak sekarang perlu upaya untuk mengatasinya.

Ketika kemudian raja bertanya kepada Yusuf tentang bagaimana cara mengatasinya, maka Yusuf mengajukan permintaan: “Jadikan saya sebagai bendahara negara”. Raja yang saat itu fikirannya dalam kondisi kalut, tak lagi membuang banyak waktu, spontan permintaan itupun disangupinya, maka Yusuf pun menjadi bendahara negara. Rencanapun disusun oleh Yusuf dengan perhitungan yang matang, koordinasi dengan berbagai pihakpun dilakukan dengan penuh transparan, maka semua pihak ikut mendukung untuk mensukseskan programnya dan tak seorangpun ada yang menghalangi langkahnya.
Betul apa yang terjadi kemudian, produksi pertanian negerinya melimpah ruah selama tujuh tahun berturut-turut. Surplus pangan disimpan dengan perlakuan yang sempurnya sehingga dapat tahan dalam jangka waktu yang lama. Kemudian ketika kekeringan terjadi tujuh tahun berikutnya berturut-turut, maka simpanan bahan pangan secara bertahap dikeluarkan sesuai dengan keperluan. Masa tujuh tahun kekeringan itupun akhirnya terlewati dan penduduk negeri bersyukur bahwa masa sulit dapat diatasi. Pada saatnya kemudian, Yusuf pun memimpin negeri dalam suasana aman, tentram dan damai. Yusuf juga menjadi Nabi.

MISTERI KASUS GAYUS
Begitu usai persidangan yang menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara dan denda tigaratus juta rupiah, Gayus Halomoan Tambunan bikin kejutan dengan mengungkap banyak hal menurut versinya tentang apa yang sebenarnya telah terjadi. Apa yang disampaikan berbeda dengan bukti dan fakta yang sementara ini telah disiarkan oleh berbagai media, dia menyatakan bahwa ada banyak hal yang direkayasa. Kejadian demikian membuat misteri sampai dengan saat ini, informasi yang mana yang benar dan lebih dapat dipercaya. Bahkan sebelumnya pada saat di persidangan, Gayus juga sempat mengajukan permintaan agar dapat dijadikan staf ahli Ketua KPK, staf ahli Kapolri atau staf ahli Jaksa Agung dan berjanji bahwa dalam jangka waktu dua tahun akan dapat membersihkan negeri ini dari korupsi.
Menyikapi permintaan Gayus tersebut Benyamin Mangkoedilaga mantan Hakim Agung menyatakan pendapatnya bahwa perlu diberikan kesempatan kepada Gayus untuk membuktikan kebenaran ucapannya. Banyak anak-anak juga ingin sekolah seperti Gayus, sementara itu BEM Universitas Sebelas Maret menggelar demo dengan mengusulkan agar Gayus diangkat jadi Presiden dengan alasan bahwa yang bersangkutan lebih berani berjanji untuk memberantas korupsi. Sejarah juga telah membuktikan tentang adanya banyak contoh sosok manusia yang ketika masih muda banyak berbuat dosa, ternyata kemudian menjadi orang baik di akhir hayatnya, sebut saja diantaranya Umar bin Khatab dan Sunan Kalijaga.

Masih adakah kesempatan bagi Gayus untuk bertobat dan mendapatkan khusnul khatimah? Gayus masih muda, masih banyak waktu dan kesempatan untuk bertobat memperbaiki diri. InsyaAllah, jika Allah menghendaki, siapa yang akan mampu menghalangi?.
*) Pensiunan PNS, tinggal di Samarinda, face book Azkun Kunarso. . http://azkuna.blogspot.com

Jumat, 24 Desember 2010

WARGA KUMBAR, KINI MASIH BERSABAR

CAMAT Sungai Kunjang Nurrahmani, S.IP, MM beserta rombongan mengadakan kunjungan ke daerah terpencil di wilayah kerjanya yaitu Loa Kumbar, Kamis 23 Desember 2010. Berangkat dari Kantor Kecamatan pukul 08.30 WITA dan kembali sampai di tempat semula pukul 13.00 WITA. Rombongan ber jumlah 19 orang, ikut serta dalam rombongan tersebut Kepala KUA Sungai Kunjang, Ketua dan Anggota BAZ Sungai Kunjang, dokter dari PUSKESMAS Loa Bakung, dan staf Kecamatan Sungai Kunjang.

Secara administratif, Loa Kumbar adalah termasuk wilayah Kelurahan Loa Buah, yaitu RT 19. Sebenarnya lokasi Loa Kumbar tidaklah terlalu jauh, tidak lebih dari 10 km ke arah ulu dari Jembatan Mahulu, hanya saja belum ada akses jalan darat untuk mencapai daerah tersebut, sehingga untuk mencapainya rombongan naik kapal dari dermaga Loa Buah yang perlu waktu sekitar setengah jam.

Walaupun demikian, belum adanya akses jalan darat menuju ke Kelurahan Loa Bahu ataupun ke Kecamatan Sungai Kunjang membuat warga setempat lebih banyak berinteraksi dengan warga Desa Loa Duri di Kabupaten Kutai Kertanegara yang yang untuk mencapainya dengan naik perahu atau ces.

Begitu sampai di dermaga Loa Kumbar yang terlihat bangunan bekas Pabrik Plywood PT Wahana Rimba Kencana yang telah tidak terawat lagi karena telah ditutup. Sekolah Taman Kanak-Kanak yang menempati sebagian bekas kantor kantor perusahaan tersebut sungguh amat memprihatinkan, muridnya tanpa pakaian seragam dan gurunyapun berpakaian seperti biasa pakaian di rumah. Kondisi inilah yang menggugah Camat Sungai Kunjang untuk mengajak rombongannya untuk melihat bersama dan mengharapkan pemikiran untuk memajukannya.

Ketua RT 19 Loa Kumbar Ardiansyah didampingi seorang warganya Abdullah menyampaikan informasi bahwa warganya sebanyak 77 Kepala Keluarga, sebagian bekerja sebagai petani dengan menanam pisang di ladang dan sebagian bekerja mencari pasir di Sungai Mahakam. Semula daerah ini cukup ramai ketika saat itu ada perusahaan plywood masih aktif berproduksi. Namun kini, setelah perusahaan tutup kondisi menjadi sepi, lebih menyedihkan lagi Mushalla yang ada di dalam pagar perusahaan tertutup pagar dan tidak dimanfaatkan lagi, padahal masyarakat memerlukannya.

Pendidikan anak-anak di lokasi ini mengalami kesulitan karena sekolah yang ada di tempat ini hanya TK, sedangkan untuk Sekolah Dasar dan SMP terpaksa sekolah di Loa Duri yang untuk mencapainya perlu naik perahu atau ces menyeberang sungai besar. Anak-anak banyak yang putus sekolah, pemuda yang berusia antara 15 sampai 25 tahun kebanyakan bekerja mencari paser di Sungai Mahakam. Sedangkan orang tua yang bertani dengan tanaman pisang kesulitan untuk memasarkan hasilnya. Hasil produksi pisang biasa dijual ke Pasar Subuh di Loa Janan Ulu, untuk mengangkut pisang ke pasar tersebut warga berangkat dari rumah sekitar pukul dua malam sehingga pagi subuh sampai di pasar dan dibeli oleh tengkulak yang sudah siap membeli dengan harga murah.

Pada kesempatan baik ini, Ardiansyah menyampaikan harapan warga setempat agar kondisi daerah ini yang terisolasi dapat segera diatasi yaitu dengan membangun jalan tembus menuju ke Kelurahan Loa Buah sehingga memudahkan anak untuk bersekolah. “Memang warga kami sampai kini masih bersabar, tetapi tidak ingin terus begini” mungkin demikian yang terbersit di dalam hatinya dan tidak sempat terucapkan.

Pada kesempatan kunjungan kali ini, Camat menyerahkan bantuan sebanyak Rp. 5.000.000,- kepada TK Cahaya Bunda yang diterima oleh Pembina TK Khairiyah, SPd. Dana bantuan berasal dari BAZ Kecamatan Sungai Kunjang.

Khairiyah menyatakan kegembiraannya atas perhatian Ibu Camat yang demikian besar terhadap TK yang dibinanya dan menyampaikan rencananya untuk menggunakan uang tersebut untuk menambah kelengkapan alat peraga dan seragam sekolah.

Kegiatan kunjungan ini juga dirangkai dengan penimbangan Balita di POSYANDU yang menempati Rumah Ketua RT, bersamaan dengan itu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Warga masyarakat setempat dengan antusiasme tinggi menyambut rombongan yang datang mengunjungi daerahnya.

Nurrahmani dalam sambutannya memberikan semangat kepada warga agar terus berupaya untuk maju, khususnya anak-anak harus sekolah karena sekolah perlu untuk mendapatkan bekal untuk kehidupan di hari depan. Oleh karena itu, mengajak semua pihak untuk ikut memikirkan pembangunan di daerah ini jangan sampai terus tertinggal seperti ini.

Gambar dan Info lebih lanjut silahkan buka album foto di face book Azkun Kunarso atau http://loabakungceria.blogspot.com

Sabtu, 18 September 2010

SEMPATKAN WAKTU UNTUK NONTON

Sang Pencerah : Penuh Semangat Sarat Makna
Share |

Satu lagi film yang akan turut menyambut hari raya Idul Fitri tahun ini. Sang Pencerah, film garapan Hanung Bramantyo akan menjadi tontonan wajib bagi Anda yang menginginkan film sarat makna. Sebuah tontonan yang penuh nilai positif, nilai humanis, nilai perjuangan seorang anak muda, nilai-nilai yang sangat sayang untuk Anda lewatkan.

Sang Pencerah merupakan film yang mengangkat kisah biopic dari tokoh besar yang hidup di tahun 1800-an, Ahmad Dahlan. Ya, tidak tanggung-tanggung memang yang dibuat oleh Hanung yang juga duduk sebagai penulis skenario. Tokoh pendiri Muhammadiyah itu coba dibuat oleh Hanung dalam bentuk layar lebar yang siap memberikan tontonan segar tahun ini.



Sang Pencerah menceritakan seorang pemuda berusia 21 tahun bernama Darwis (Ihsan Taroreh). Pemuda itu gelisah dengan lingkungannya yang melaksanakan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat. Untuk mendalami ajaran agama Islam, Darwis pun pergi ke Mekkah.

Sepulangnya dari Mekkah, Darwis merubah namanya menjadi Ahmad Dahlan (Lukman Sardi). Ia mendirikan sebuah langgar/surau dan mengawali pergerakannya dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman. Tindakannya itu serta merta mengundang kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) yang mengakibatkan surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat.

Cobaan Ahmad Dahlan dalam pergerakannya meluruskan syariat Islam pun tidak hanya sampai di situ. Dirinya juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo, bahkan dirinya disebut kafir.

Namun semangat Ahmad Dahlan tidak pernah surut. Bersama istri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan terus berjuang. Sampai pada akhirnya ia membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.

Meskipun film ini harus Anda nikmati dengan durasi 112 menit, Anda tidak perlu takut untuk merasa bosan di dalam bioskop. Anda akan dibuat ikut merasakan perjuangan Ahmad Dahlan dalam adegan demi adegan.

Apalagi tokoh besar Muhammadiyah itu diperankan seorang Lukman Sardi yang di sini semakin menunjukkan kualitas aktingnya yang semakin meningkat. Lukman berhasil menjaga kharismatik dan menggambarkan semangat perjuangan Ahmad Dahlan dengan baik. Kata sempurna sepertinya tidak berlebihan untuk aktor yang telah berperan dengan berbagai karakter ini.

Tidak luput juga akting dari para penyanyi yang mampu melirik perhatian mata penonton, Giring Nidji dan Ihsan Taroreh. Keduanya mampu membuktikan bahwa dirinya tidak hanya menang di atas panggung saja, namun dengan akting yang dipertontonkan dalam film ini oleh kedua penyanyi tersebut, nampaknya bisa mengawali diri mereka untuk berperan dalam film selanjutnya.

Terlepas dari para pemain, tentunya setting tempat yang menggambarkan tahun 1800-an juga menjadi nilai plus dari film produksi MVP Pictures ini. Yogyakarta yang dipilih sebagai lokasi, berhasil Hanung sulap menjadi sebuah perkampungan Yogyakarta pada tahun 1800-an. Ia mampu menghidupkan kembali atmosfer pada tahun tersebut dengan mereka-ulang bangunan Masjid Agung Kauman, wilayah keraton, stasiun lempuyangan, bahkan sudut-sudut kota Yogyakarta dengan sangat realistis.

Sang Pencerah mulai tayang pada 8 September 2010, sebuah tontonan yang siap memberikan inspirasi serta nilai-nilai postif untuk Anda. (eM_Yu)

Sabtu, 31 Juli 2010

MASJID JAMI' NURUL HUDA LOA BAKUNG DAN ARAH KIBLAT



Garis merah adalah arah kiblat, dibandingkan dengan arah bangunan Masjid Jami' Nurul Huda Loa Bakung ternyata tidak sama, arah bangunan terlalu ke kiri untuk dapat menyesuaikan dengan arah kiblat.

Selasa, 27 Juli 2010

ARAH KIBLAT MUSHALLA AL-AZHAR















Garis merah adalah arah kiblat, dibandingkan dengan arah bangunan Mushalla Al-Azhar Loa Bakung ternyata tidak sama, arah bangunan kurang ke kiri untuk dapat menyesuaikan dengan arah kiblat.

Sabtu, 24 Juli 2010

Senin, 12 Juli 2010

SAAT TEPAT PENENTUAN ARAH KIBLAT

Sahabat angkasa, Muthoha Arkanudin, dibawah ini menuliskan hari khusus dan istimewa buat kaum muslimin, yaitu hari dimana pada jam tertentu merupakan saat matahari tepat berada diatas Kabah. Sehingga mudah bagi daerah-daerah lain untuk mengukur ulang, mengkoreksi atau malah membuat masjid baru yang mengarah ke kiblat.
Hari Meluruskan Arah Kiblat
Oleh : Mutoha Arkanuddin

Istiwa A’dhom, teknik sederhananamun akurat dalam penentuan arah kiblat.

Apakah arah kiblat masjid bisa berubah atau bergeser akibat gempa bumi maupun bergeraknya lempeng Bumi seperti isu yang tengah berkembang? Jawabannya tentu TIDAK! Artinya pengukuran sebelumnya memang yang membuat arah kiblat masjid tersebut tidak tepat.

Apakah arah kiblat cukup ke BARAT? Sebagaimana yang difatwakan oleh MUI beberapa waktu yang lalu? Jawabannya tentu TIDAK! Sebab di zaman sekarang menentukan arah kiblat semudah membalik telapak tangan (saking mudahnya RED)

“Dan dari mana saja engkau keluar (untuk shalat), maka hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka’bah), dan sesungguhnya perintah berkiblat ke Ka’bah itu adalah benar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan segala apa yang kamu lakukan.” (QS. Al-Baqarah : 149)

“Baitullah ( Ka’bah ) adalah kiblat bagi orang-orang di dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram adalah kiblat bagi orang-orang yang tinggal di Tanah Haram (Makkah) dan Makkah adalah qiblat bagi seluruh penduduk bumi Timur dan Barat dari umatku” (HR. Al-Baihaqi)

“Jika kamu mendirikan shalat, maka sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadap kiblat, lalu takbir, kemudian bacalah apa yang kamu hafal dari qur’an, lalu ruku’ sampai sempurna, kemudian i’tidal sampai sempurna, kemudian sujud sampai sempurna, kemudian duduk di antara dua sujud sampai sempurna, kemudian sujud sampai sempurna, lakukanlah yang demikian itu setiap rekaat.” (HR. Abu Hurairah)

Dalam ajaran Islam, mengadap ke arah kiblat atau bangunan Ka’bah yang berada di Masjidil Haram adalah merupakan tuntutan syariah dalam melaksanakan ibadah tertentu. Berkiblat wajib dilakukan ketika hendak mengerjakan shalat dan menguburkan jenazah Muslim. Menghadap kiblat juga merupakan ibadah sunah ketika tengah azan, berdoa, berzikir, membaca Al-Quran, menyembelih binatang dan sebagainya.
Theodolit dan GPS dikenal sebagai pengukur arah kiblat yang presisi, namun demikian penggunaan peralatan ini tergolong sulit dan mahal biayanya.

Berdasarkan kebiasaan yang berkembang di masyarakat, terdapat beberapa kaidah yang sering digunakan untuk mengetahui ketepatan arah kiblat. Diantaranya adalah menggunakan kompas kiblat, kompas sajadah atau peralatan canggih seperti pesawat GPS dan theodoliti. Kini, melalui teknologi penginderaan jarah jauh yang disediakan cuma-cuma oleh Google via internet menggunakan software Google Earth atau secara online disediakan oleh situs-situs seperti Qibla Locator atau RHI Qibla Locator yang memanfaatkan fasilitas Google Map Api (GMA) kita dengan mudah dapat mengetahui arah kiblat sebuah bangunan masjid secara visual dan jelas. Namun demikian penggunaan kaidah-kaidah tersebut sering terkendala beberapa masalah. Kompas belumlah dikatakan sebagai alat ukur yang presisi. Sebab dalam penggunaannya, kompas sering mengalami kesalahan. Kesalahan tersebut berupa penyimpangan jarum kompas baik oleh variasi magnetik secara global maupun atraksi magnetis secara lokal oleh logam di sekitarnya. Belum lagi skala kompas biasanya terlalu kasar. Sementara, penggunaan GPS dan theodolit untuk mengukur arah kiblat walaupun bisa mendapatkan hasil yang lebih presisi namun dalam prakteknya kedua peralatan tersebut tidak mudah didapatkan karena harganya yang cukup mahal. Walaupun Google Earth maupun fasilitas qibla locator secara online dapat membantu mengetahui arah kiblat secara visual dengan perhitungan yang sangat akurat, namun piranti tersebut bukan merupakan alat ukur yang presisi di lapangan dan hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu.
Pada setiap tanggal 28 Mei dan 16 Juli Matahari tepat berada di atas Ka’bah.

Lantas apakah bisa mengukur arah kiblat secara presisi dengan biaya yang murah? Jawabannya adalah BISA! Yaitu dengan menggunakan fenomena astronomis yang terjadi pada hari yang disebut sebagai yaumul rashdul qiblat atau hari meluruskan arah kiblat karena saat itu Matahari tepat di atas Ka’bah. Fenomena yang terjadi 2 kali selama setahun ini dikenal juga dengan istilah Transit Utama atau Istiwa A’dhom.

Istiwa, dalam bahasa astronomi adalah transit yaitu fenomena saat posisi Matahari melintasi di meridian langit. Dalam penentuan waktu shalat, istiwa digunakan sebagai pertanda masuknya waktu shalat Zuhur. Setiap hari dalam wilayah Zona Tropis yaitu wilayah sekitar garis Katulistiwa antara 23,5˚ LU sampai 23,5˚ LS posisi Matahari saat istiwa selalu berubah, terkadang di Utara dan disaat lain di Selatan sepanjang garis Meridian. Hingga pada saat tertentu sebuah tempat akan mengalami peristiwa yang disebut Istiwa A’dhom yaitu saat Matahari berada tepat di atas kepala pengamat di lokasi tersebut.
Konsepnya sederhana! Saat Matahari di atas Ka’bah maka semua bayangan benda tegak akan mengarah ke Ka’bah

Hal ini bisa difahami sebab akibat gerakan semu Matahari yang disebut sebagai gerak tahunan Matahari. Ini diakibat selama Bumi beredar mengelilingi Matahari sumbu Bumi miring 66,5˚ terhadap bidang edarnya sehingga selama setahun Matahari terlihat mengalami pergeseran antara 23,5˚ LU sampai 23,5˚ LS. Pada saat nilai azimuth Matahari sama dengan nilai azimuth lintang geografis sebuah tempat maka di tempat tersebut terjadi Istiwa A’dhom yaitu melintasnya Matahari melewati zenit lokasi setempat.

Demikian halnya Ka’bah yang berada pada koordinat 21,4° LU dan 39,8° BT dalam setahun juga akan mengalami 2 kali peristiwa Istiwa A’dhom yaitu setiap tanggal 28 Mei sekitar pukul 12.18 waktu setempat dan 16 Juli sekitar pukul 12.27 waktu setempat. Jika waktu tersebut dikonversi maka di Indonesia peristiwanya terjadi pada 28 Mei pukul 16.18 WIB dan 16 Juli pukul 16.27 WIB. Dengan adanya peristiwa Matahari tepat di atas Ka’bah tersebut maka umat Islam yang berada jauh dan berbeda waktu tidak lebih dari 5 atau 6 jam dapat menentukan arah kiblat secara presisi menggunakan teknik bayangan Matahari.
28 MEI 2010 @ 16:18 WIB
16 JULI 2010 @ 16:27 WIB

MATAHARI TEPAT DI ATAS KA’BAH
POSISI MATAHARI = ARAH KIBLAT
BAYANGAN MATAHARI = ARAH KIBLAT
Untuk lebih akurat pengukuran disarankan menggunakan benang besar yang berbandul daripada sekedar menggunakan tongkat yang ternyata sulit membuatnya benar-benar tegak.
Saya menyebut untuk alat benang berbandul tersebut dengan istilah Solar Shadow Tracker (SST) – penjejak bayangan Matahari.

Teknik penentuan arah kiblat pada hari Rashdul Qiblat sebenarnya sudah dipakai lama sejak ilmu falak berkembang di Timur Tengah. Demikian halnya di Indonesia dan beberapa negara Islam yang lain juga sudah banyak yang menggunakan teknik ini. Sebab teknik ini memang tidak memerlukan perhitungan yang rumit dan siapapun dapat melakukannya. Yang diperlukan hanyalah sebatang tongkat lurus dengan panjang lebih kurang 1 meter dan diletakkan berdiri tegak di tempat yang datar dan mendapat sinar matahari. Pada tanggal dan jam saat terjadinya peristiwa Istiwa A’dhom tersebut maka arah bayangan tongkat menunjukkan kiblat yang benar.

Bahkan dengan menggunakan software khusus yang dapat mengetahui pergerakan benda langit secara presisi kapan secara persis terjadinya Istiwa A’dham dapat diketahui. Untuk tahun 2010 ini misalnya menurut software Starrynight Pro Plus Versi 6.3.8 yaitu sebuah software astronomi yang memiliki tingkat ketepatan sangat tinggi, peristiwa Istiwa A’dhom terjadi pada 28 Mei 2010 pukul 12:17:59 WS atau 16:17:59 WIB dan 16 Juli 2010 pukul 12:26:48 WS atau 16:26:48 WIB. Namun secara praktis angka tersebut bisa dibulatkan ke menit.
Tempat yang memungkinkan penentuan arah kiblat pada 28 Mei dan 16 Juli hanya di daerah terang saja.

Karena di negara kita peristiwanya terjadi pada sore hari maka arah bayangan adalah ke Timur, maka arah bayangan yang menuju ke tongkat adalah merupakan arah kiblat yang benar. Jika anda khawatir gagal karena Matahari terhalang oleh mendung maka toleransi pengukuran dapat dilakukan pada H-2 hingga H+2. Satu hal penting yang harus kita perhatikan adalah JAM yang kita gunakan hendaknya sudah terkalibrasi dengan tepat. Untuk mengetahui standard waktu yang tepat bisa digunakan tanda waktu saat Berita di RRI, layanan telpon 103 atau menggunakan jam atom yang disediakan oleh layanan internet.
Istiwa A’dhom di antipode (Nadir) Ka’bah dapat digunakan sebagai acuan penentuan arah kiblat secara presisi untuk wilayah yang tidak memungkinkan melakukan penentuan arah kiblat pada 28 Mei dan 16 Juli.

Penentuan arah kiblat menggunakan fenomena ini hanya berlaku untuk tempat-tempat yang pada saat peristiwa Istiwa A’dhom dapat secara langsung melihat Matahari. Sementara untuk daerah lain di mana saat itu Matahari sudah terbenam seperti Wilayah Indonesia Timur (WIT) praktis teknik ini tidak dapat digunakan. Maka ada fenomena lain yang dapat digunakan oleh daerah-daerah tersebut sehingga dapat mengetahui arah kiblat secara presisi. Fenomena itu adalah saat Matahari berada tepat di bawah Ka’bah yaitu saat Istiwa A’dhom terjadi di titik Nadir (Antipode) Ka’bah yang terjadi pada setiap tanggal 13 Januari dan 28 November.

Teknik Penentuan Arah Kiblat menggunakan Istiwa A’dhom :

1. Tentukan lokasi masjid/mushalla/ langgar atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya.
2. Sediakan tongkat lurus panjang minimal 1 meter. Akan lebih bagus jika menggunakan benang besar yang diberi bandul sehingga tegak benar.
3. Siapkan jam/arloji yang sudah dicocokkan / dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/ televisi/ internet atau telpon ke 103.
4. Tentukan lokasi pengukuran; di dalam masjid (diutamakan) atau di sisi Selatan Masjid atau di sisi Utara atau di halaman depan masjid. Yang penting tempat tersebut datar dan masih mendapatkan penyinaran Matahari saat peristiwa Istiwa A’dhom berlangsung.
5. Pasang tongkat secara tegak dengan bantuan lot tukang (jika menggunakan tongkat) atau pasang benang lengkap dengan bandul serta penyangganya di tempat tersebut. (Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya fenomena agar tidak terburu-buru)
6. Tunggu sampai saat Istiwa A’dhom terjadi dan amatilah bayangan Matahari yang terjadi. Berilah tanda menggunakan spidol, benang, lakban, penggaris atau alat lain yang dapat membuat tanda lurus. Maka itulah arah kiblat yang sebenarnya
7. Gunakan benang, sambungan pada tegel lantai, atau teknik lain yang dapat meluruskan arah kiblat ini ini ke dalam masjid. Intinya yang hendak kita ukur sebenarnya adalah garis shaff yang posisinya tegak lurus (90°) terhadap arah kiblat. Maka setelah garis arah kiblat kita dapatkan untuk membuat garis shaff dapat dilakukan dengan mengukur arah sikunya dengan bantuan benda-benda yang memiliki sudut siku misalnya lembaran triplek atau kertas karton.

Sebaiknya bukan hanya masjid atau mushalla / langgar saja yang perlu diluruskan arah kiblatnya. Mungkin kiblat di rumah kita sendiri selama ini juga saat kita shalat belum tepat menghadap ke arah yang benar. Sehingga saat peristiwa tersebut ada baiknya kita juga bisa melakukan pelurusan arah kiblat di rumah masing-masing. Semoga cuaca cerah.

Semoga dengan lurusnya arah kiblat kita, ibadah shalat yang kita kerjakan menjadi lebih afdhal dan doanya lebih dikabulkan. Amin.

Keterangan lengkap hubungi Rukyat Hilal Indonesia (RHI) di 0274-552630 atau 08122743082.

CATATAN:
Untuk lebih akurat yg 28 Mei, hari sebelumnya dikurangi 3 menit per hari sesudahnya ditambah 3 menit per hari. Yang 16 Juli hari sebelumnya ditambah 3 menit per hari sesudahnya dikurangi 3 menit per hari. Masih cukup presisi. Kalaupun tidak dikoreksi jg masih ckp akurat krn hanya berbeda 0,2drjt setiap hari atau sekitar 10′ (menit busur) sementara diameter sumber cahaya (matahari) jauh lebih besar yaitu sekitar 0,5drjt atau 30′.

Diarsipkan di bawah: Dongeng Geologi, RuPa-RupI
Diposkan oleh Kunarso di 13:42 0 komentar